Tidak semua produk yang berada di pasaran merupakan karya original dari sebuah perusahaan tertentu karena sebenarnya beberapa produk merupakan hasil jiplakan dari produk yang seperti ada sebelumnya. Sebenarnya tidak akan menjadi masalah jika jiplakan itu tidak sama persis, melainkan dilakukan modifikasi dan pengembangan. Sayangnya, produk yang dijiplak dan diproduk kembali sama persis sehingga konsumen yang tidak jeli akan salah membeli produk. Hal semacam ini sudah sangat sering terjadi lantaran si penjiplak tidak puny aide yang bagus mengenai produk baru. Alhasil, mereka pun mencontek produk yang sudah diproduksi oleh kompetitor mereka. Btw, apakah Anda seorang pengusaha yang berencana untuk menjiplak produk kompetitor Anda? Jika jawabannya iya, sebaiknya urungkan niat tersebut karena resiko di bawah ini bisa saja terjadi nantinya:

Konsumen akan menganggap perusahaan Anda tidak profesional

Keprofesionalan sebuah perusahaan bisa dilihat dari banyak aspek dan salah satunya adalah produk yang dibuat. Perusahaan profesional tidak pernah menjiplak, mereka berinovasi dan mengembangkan produk sebaik mungkin agar benar-benar menjadi produk baru di pasaran. Konsumen pun akan tahu dan menyadari bahwa produk tersebut memang belum ada sebelumnya sehingga mereka pun tertarik untuk membeli produk. Sebaliknya, jika mereka menyadari bahwa produk mirip, mereka mungkin akan menganggap bahwa produsen dari produk tersebut tidak profesional karena mereka hanya bisa mencontek karya orang lain. Dampak buruk dari opini ini adalah nama atau citra perusahaan akan rusak karena sudah dianggap tidak baik oleh konsumen.

Kompetitor akan menggugat perusahaan Anda

Jika apa yang sudah Anda lakukan cukup menyita perhatian pembeli dan nilai penjualan Anda meningkat, jangan merasa senang dulu karena pesaing bisnis yang menyadari bahwa produk mereka dicontek bisa saja memberikan teguran dan peringatan keras terhadap Anda. Jika Anda mengabaikan hal ini, Anda bisa saja berurusan dengan polisi. Jika perusahaan Anda terbukti bersalah, perusahaan Anda akan ditutup dan Anda bisa saja masuk penjara. Jika sudah seperti ini, habislah sudah harapan dan mimpi Anda untuk menjalankan perusahaan untuk waktu yang lama.

Jumlah penjualan akan menurun dan menyebabkan kerugian besar

Seandainya, kompetitor membalas dengan cara tidak menuntut atau memperingati perusahaan Anda tapi dengan cara mengumumkan bahwa produk yang Anda jual adalah hasil plagiat dari produk mereka, citra perusahaan akan benar-benar hancur berantakan. Hal ini akan berbuntut panjang pada menurunnya jumlah penjualan karena konsumen merasa bahwa perusahaan Anda tidak profesional dan tukang contek produk orang lain. Alhasil, produk hasil jiplakan yang sudah ada di pasaran tidak akan laku terjual dan kerugiaan besar pun harus dihadapi. Jika tidak membuat perubahan, permasalahan ini akan mengancam eksistensi bisnis Anda kedepannya. Ya, lama kelamaan perusahaan akan bangkrut dan gulung tikar.

Coba pula bayangkan jika saat memproduksi produk plagiat tersebut, perusahaan harus meminjam uang di bank atau kreditor agar bisa memproduksi banyak produk. Perusahaan yang sudah timpang dan di ujung tanduk akan kesulitan untuk membayar cicilan pinjaman dan pada akhirnya perusahaan akan disita oleh si peminjam dana dan Anda pun harus menerima semua resiko ini dengan berat hati.

Maka dari itu, apapun alasannya, jangan pernah menjiplak produk orang lain. Jika ingin mencontoh, jangan sama persis tapi kembangkan dan berikan inovasi baru agar produk tak sama persis. Sebagai contoh, jika ingin mencontek produk pesaing berupa televisi layar datar, silahkan dicontek tapi kembangkan produk tersebut dengan melengkapinya dengan fitur-fitur yang tidak ada di produk kompetitor.